Mengenang saat-saat awal nyari kerjaan dulu, gue inget banget pelajaran manajemen SDM yang di ajarkan pada anak-anak CAP (Competence Aid Program) di Astragraphia.
Waktu itu manajer pengembangan SDM, yang bernama pak Hartoyo mengajarkan kami semua tentang 7 (Seven) Habits. Sebelum mendapat pelajaran ini, gue sempet berpikiran sinis, buat apa sich belajar tentang SDM segala, toch gue ditugasin sebagai technical support bukan sebagai HRD.
Tapi setelah dia memberi pelajaran tentang sebuah gambar yang ngak jelas, yang dapat memberi gambaran apakah gambar tersebut adalah seorang wanita muda atau seorang wanita tua, barulah gue tersadar. Ceritanya begini, waktu itu kami semua di suruh gantian tutup mata, dan saling bergantian menebak gambar apakah yang barusan kami lihat. Saat ditanya satu persatu, ada yang menjawab itu gambar wanita tua, tapi ada pula yang menjawab itu gambar wanita muda. Pertama beliau ngak ngejelasin ke kami, mana jawaban yang benar. Setelah beberapa saat, baru dia menjelaskan kalau jawaban kami ngak ada yang salah. Semuanya benar dari sudut pandang orang tersebut. Menurut dia, itu juga yang menggambarkan saat kita berhadapan dengan orang lain. Jangan kita egois karena menganggap diri kita itu paling benar, karena bisa saja lawan bicara kita melihat dari sudut pandang yang berbeda, yang mungkin ngak bisa juga disalahkan.
Setelah menerima beberapa kali pelaran 7 Habits, baru wawasan gue sedikit terbuka. Ternyata pelajaran tentang moral yang didapat dari sini sangat penting bagi seorang calon karyawan. Tidak peduli apakah dia itu akan bekerja sebagai technical support ataupun sebagai seorang manajer. Karena dari sini, gue bukan cuma diajarkan tentang cara pandang dari sudut yang lain, tapi juga tentang moral. Bagaimana kita menghargai orang lain, banyak berbuat baik kepada orang lain, dsb. Padahal itu semua sebenarnya sich sudah didapat dari pengajian semasa gue SD dulu. Tapi enggak ada salahnya diingetin lagi, toch itu semua juga bersifat positif buat gue. Sayangnya, sesuai kodrat gue sebagai manusia Indonesia kebanyakan, menjalankan teori-teori di 7 habits dalam kehidupan nyata, sama susahnya seperti puasa di hari lain selain bulan ramadhan. Kalau lagi pengen gue bisa jalankan dengan baik, kalau ngak ya maaf-maaf aja dech. Namanya juga manusia, :D.
Thanks to Mas Tatu Indrawan dan Pak Hartoyo.
You are the best lecture.
0 Responses to “Pelajaran Dari 7 Habits”
Leave a Reply